KESENIAN TRADISIONAL GRESEK D GARUT

Diposkan oleh Ida Fatimah on Rabu, 23 Januari 2013


Salah satu kesenian budaya Garut yag masih di budayakan adalah Kesenian Gesrek yaitu sebuah kesenian yang mirip dengan kesenian debus yang sudah lama berkembang di Kecamatan Pamilihan, terutama di Kampung Komongan, Desa Pakenjeng. Dalam kesenian ini, ada beberapa atraksi yang bernuansa magis, misalnya mempertontonkan orang yanvg tahan pukul, kebal senjata tajam atau tahan dengan panasnya api.
 
Kesenian Gresek  sering juga disebut dengan bubuang pati yang artinya menaruhkan nyawa karena memang orang yang melakukan kesenian ini memiliki keberanian yang sangat kuat dan juga berani menaruhkan nyawanya. Namun demikian, kesenian ini sangatlah religius. Doa-doa yang diucapkan oleh para pemain kesenian ini berasal dari ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Tidak jelas asal-usul kesenian ini sehingga diberi nama gesrek. Sementara itu, “gesrek” atau “pagesrek” dalam bahasa sunda memiliki arti yaitu dua benda keras yang saling bergesekan. Memang, ketika atraksi-atraksi kesenian ini dimulai, para pemain menggesek-gesekan berbagai benda  keras dan tajam. Karena tubuh para pemain gesrek yang kebal, maka benda-benda tajam dank eras tersebut tidak melukai tubuhnya, melainkan hanya sekedar “pagesrek saja”. Dan kemungkinan besar, nama dari kesenian ini diambil dari atraksi-atraksinya itu.
Kesenian ini biasanya terdiri dari 10 orang pemain yang dibantu oleh 4-7 orang yang bertugas untuk menyediakan peralatan, serta menjaga keamanan pertunjukan. Biasanya kesenian ini diiringi dengan kendang penca. 

Sehari sebelum pertunjukan dilakukan, ketua dari kesenian ini harus menyediakan sesajen berupa kelapa muda, telur, rujak roti, rujak asam, rujak kelapa, pisang mas, nasi tumpeng dan cerutu. Dan pada saat pertunjukan, peralatan harus digelar terlebih dahulu untuk kemudian diberi mantra/doa agar Tuhan memberikan keselamatan selama kesenian ini dilakukan. 

Setelah doa dibacakan, masuklah seorang pemain mempertunjukan jurus-jurus pencak silat. Sesaat kemudian, pemain ini akan dirasuki arwah dan melakukan gerakan-gerakan yang cepat dan menyeramkan. Jika sudah demikian, para pemain lainnya akan masuk ke arena dan melakukan hal yang sama.

Kemudian, ketua kesenian gesrek kembali mengucapkan mantra-mantra agar arwah yang merasuki para pemain agar segera keluar. Dan setelah itu, para pemain gesrek pun akan kembali sadar. Lalu alat-alat yang sebelumnya digelar, kemudian dilemahkan. Golok yang awalnya tajam, menjadi tumpulatau bamboo yang keras menjadi lunak. Setelah itu tetabuhan dibunyikan diiringi dengan shalawat nabi. Dimulailah atraksi-atraksi yang mirip pertunjukan debus, misalnya menusuk-nusuknan golok pada perut, memukul kepala dengan bambu, atau berguling di atas bara api.
Kesenian ini sering ditampilkan dalam kegiatan Agustusan, atau sengaja diundang untuk memeriahkan berbagai hajatan. Hingga saat ini tercatat ada beberapa grup kesenian gesrek dan sangat berpotensi untuk dijadikan wisata budaya. 
 

{ 8 komentar... read them below or add one }

Bahar Samudra mengatakan...

Artikel bagus gan ,,

Kuliner Garut mengatakan...

makasih gan gan bahar samudra kunjungannya

Menanty Lee congfu mengatakan...

melestarikan budaya itu bagus mas bro
jangan lupa komen back y

Kuliner Garut mengatakan...

maantap gan menanty itu dah kewwajiban kita sebagai generasi penerus bangsa hehe

semangat
thx kunjungannya

Rezky Maulana mengatakan...

Knjungan malam ,,
salam blogwalking ..

jngan lupa brknjung ke blog q yaa ..

http://srezky.blogspot.com

Kuliner Garut mengatakan...

mantap kang rezkky blognya infoya menarik


yhx kunjungannya

Rahmatullah mengatakan...

Salaam Blogger ..

Kuliner Garut mengatakan...

gan rahmatullah
salam blogger jugaaa gan

thx kunjungannya

Poskan Komentar